Rabu, 20 Juni 2012

KERUSAKAN BALL BEARING


Kerusakan Ball Bearing



Kerusakan bearing merupakan peristiwa yang biasa terjadi dari sejak manusia mengenal mesin sampai saat kini, tetapi kadang kita lupa mencari sebab mengapa kerusakan itu lebih cepat dari yang kita perkirakan. Mencari sebab itu yang seharusnya kita kerjakan, kemudian bagaimana cara mencegahnya.
Pelumasan
Kerusakan bearing sangat erat hubungannya dengan pelumasan. Pelumasan saat ini sangat banyak jenis, grade, merk , sintetis, non sintetis. dan cara atau system pelumasan merupakan pengetahuan tersendiri yang harus di kuasai.
Apa fungsi pelumas ? Kita dapat menyimpulkan sbb:
· Membuat lapisan tipis ( oil film ) antara permukaan bagian bearing yang sliding dan rolling
· Menyebar ratakan panas dan juga mendinginkan
· Mencegah pengkaratan permukaan bearing dan poros
· Mencegah masuknya kotoran/benda kedalam sistem. Kita mengenal pelumas oil dan grease
Kapan atau bagaimana kita harus memakainya?
Kita memakai grease bila:
1. Pelumas harus bertahan diposisinya (tidak berpindah)
2. Bila kesempatan untuk relubrikasi terbatas atau terlalu mahal.
3. Pelumas tidak perlu berfungsi sebagai pendingin atau untuk membersihkan sistem
4. Temperatur tidak lebih dari 200F
5. Putaran/speed rendah (dibawah 5000rpm)

PEMAKAIAN GREASE


Dimana memakai grease


Dipakai jika pelumas harus bertahan diposisinya (tidak berpindah)
Dipakai dimana kesempatan untuk relubrikasi terbatas atau terlalu mahal.
Dipakai jika pelumas tidak perlu berfungsi sebagai pendingin atau untuk membersihkan sistem
Umumnya dipakai pada putaran mesin < 5000 RPM
Mengapa memakai grease
Menyediakan Pelumasan untuk bearing. Mencegah korosi pada bearing/shaft
Berfungsi sebagai SEAL untuk mencegah masuknya kotoran dan air
Menahan kebocoran, dripping, atau terlempar dari permukaan yang dilumasi
Syarat grease
* Mempunyai sifat fisik yang sesuai untuk aplikasinya
· Kompatibel dengan seal dan material lainnya yang terkena langsung
· Dapat mentoleransi sejumlah kecil kontaminasi seperti kelembaban, dengan tanpa kehilangan fungsinya.
· Dapat menahan perubahan struktur akibat waktu pemakaian yang lama.
· Tidak mudah mencair ketika panas dan tidak membeku ketika dingin.
· Bersifat toleransi terhadap kontaminan misal : moisture
Apa itu Grease
ASTM D288 “Standard Definitions of Terms Relating to Petroleum”
Grease adalah produk atau dispersi padatan/solid atau semifluida dari thickening agent dimix dengan pelumas cair.
Bahan lain (additive) ditambahkan untuk mengubah sifat pelumas menjadi grease yang diinginkan.
Kandungan grease sbb :
Komponen cair : umumnya dari mineral oil (dari minyak bumi)
Thickeners : sebagai bodynya grease, bahan al : Metallic soaps : calcium soaps, sodium soaps, aluminum soaps, lithium & barium soaps
Calsium bersifat : tahan air, low shock
Sodium bersifat : high shock, kurang tahan air
Lithium bersifat : multypurpose
Clay untuk grease yang tahan temperature tinggi
Additives & modifiers , sebagai bahan tambahan untuk memperbaiki sifat yang lebih baik , sifat al: Anti korrosi
Anti beku/cair Water resistant Anti foaming. Dll Anti oksidasi
Bahan additive al : Molybdenum Disulfide & modified Teflon (PTFE) kadang dipakai untuk load berat.
Membuat Grease extra pressure juga diperlukan additive
Kerusakan menurut “stastistika kerusakan bearing SKF”
75% bearings rusaka karena masalah lubrikasi
24% beraing rusak karena salah pemasangan atau karena masalah invironment
hanya 1% telah mencapai umur/life time design
Kesimpulan diatas menunjukan bahwa kesalahan tidak ada pada pembuat bearing,
tetapi lebih kepada pemakai bearing.
Kekentalan grease ditandai dengan standard grease :
Angka NLGI, dimulai dari encer ke makin kental /keras:
1. No 000
2. No 00
3. No 0 SEMI FLUID
4. No 1
5. No 2 SOFLT
6. No 3
7. No 4 FIRM
8. No 5
9. No 6 HARD

Comments

PENYEBAB KERUSAKAN MOTOR LISTRIK


Beberapa sebab kerusakan motor listrik


Kerusakan motor kebanyakan disebabkan oleh al 5 factor :
. panas,
· kotor,
· lembab,
· vibrasi.
· Kwalitas supply listrik
Dengan fokus pada faktor tsb. dapatlah di eliminir : jumlah kerusakan, kerugian, ongkos maintenance.
Dibagi menurut asal sebab kerusakan :
· kerusakan dari luar motor : kwalitas masukan tenaga listrik, misalignment, kondisi lingkugan panas/lembab/tidak ada ventilasi, kondisi beban
·  kerusan dari dalam motor :  aging/penuaan, degradasi.
Atau
· Kerusakan karena listrik :
· Kerusakan mekanis.
 Panas /over-heating:Penyebab terbesar kerusakan motor sehingga motor tidak dapat mencapai umur pakai yang seharusnya ialah “over-heating atau panas berlebihan”,  Setiap mengalami Kenaikan temperature 10 derajat, dari temperature normalnya, berakibat memotong umur motor 50% , meskipun kenaikan terjadi hanya sementara.
Sebab over-heating al:· Memilih motor terlalu kecil, sehingga motor harus menderita over-current, berarti kondisi operasinya  lebih panas. Tetapi jika memilh motor terlalu besar berakibat pemakaian listrik tidak efisien berarti pemborosan.
· Sistem starting, kebanyakan motor dipasang dengan “direct starting” . sistem ini menimbulkan arus Starting-current terlampau besar (5 kali lebih), sehingga menimbulkan panas yang besar, lebih2 jika sering start-stop. Untuk itu perlu dipasang sistem start al: star-delta, fluid-couplig, pengubah-frequensi, dll
· Start-stop terlalu sering tanpa memperhartikan jedah antar waktu start sangat menimbulkan kerusakan. (lihat tabel minmum jedah waktu)
· Environment - ambient temperature tinggi,, mengakibatkan  operating temperture motor lebih tinggi dari seharusnya.
· Ventilasi ruang  kurang bagus menimbulkan symtem pendinginan motor tidak baik. Mengakibatkan operating temperature motor naik.
· Kondisi motor: fan rusak, body motor kotor, saluran pendingin buntu/kotor dll. Mengganggu penginan.
· Kondisi beban : kopling misaligment, beban terlalu besar, beban tidak normal,
Kotor
Debu / Kotoran yg terakumulasi akan merusak komponen listrk maupun mekanical. Umumnya terakumulasi pada permukaan badan motor , saluran pendinginan, fin, fan mengakibatkan pendinginan  terganngu dan panasan motor berlebih. Motor type ODP , kotoran debu masuk dan terkumpul kedalam winding menimbulkan kerusakan isolasi / winding.
Moisture / lembab
Lembab atau embun juga merusak komponen listrik dan mekanikal, yang mengakibatkan pengkaratan pada poros, bearing, rotor, stator, laminasi. Jika penetrasi ke isolasi mengkaibatkan degradasi isolasi dan rusak.
VibrasiVibrasi merupakan indikasi bahwa kondisi motor sedang mengalami masalah. Besar Vibrasi yang melebih harga yang diijinkan dapat menyebabka kerusakan yang lebih parah. Sumber vibrasi dpat dari motor atau dari mesin yang digerakan (load) bahkan mungki juga dari kedua2nya.
Sebab vibrasi a.l dari kondisi :
· Misalignment motor terhadap load (mesin yang digerakan),
· Kendor pada fondasi nya Motor atau load
· Kondisi Soft-foot pada fondasi nya Motor atau load
· Rotor unbalance ( Motor atau load)
· Bearing aus atau rusak, meyebabkan poros berputar tidak sentris.
· Akumulasi karat atau kotoran pada komponen putar (rotor)
· Sewaktu memasang rotor/bearing motor sehabis overhaul/rewinding tidak aligment.
 Kwalitas Listrik Kwalitas suply tenaga sangat menentukan umur motor listrik, hal2 yang harus dihindari. al:
· Voltage  sering naik -turun melebihi harga toleransi, under/over voltage dapat menimbulakan overheating didalam winding, berakibat umur motor menjadi pendek.
· Voltage spike akibat power swicthing atau serangan halilintar (lightning strikes) juga menyebabkan kerusakan isolasi winding.
· Voltage 3 phase tidak balance melebihi harga toleransi, sering terjadi sebagai  sebab kerusakan winding.
Beberapa sebab lain al:· Pemilihan pelumas harus sesuai specifikasi, penggantian/penambahan dilakukan dan terjadwal dengan baik.
· Pemilihan dan pemeliharaan kopling sama pentingnya dengan komponen lain.
· Seting bearing dan komponen lain harus sesuai dengan standard.
Setelah kita mengetahui beberapa sebab kerusakan, kita dapat merencanakan program pemeliharaan dan langkah pelaksanaan yang sesuai.

PERUBAHAN KEKUATAN DIELEKTRIK KERTAS ISOLASI AKIBAT PROSES PEMBURUKAN DENGAN PEMANASAN



PERUBAHAN KEKUATAN DIELEKTRIK KERTAS ISOLASI AKIBAT PROSES PEMBURUKAN DENGAN PEMANASAN


Paremeter-parameter kemampuan bahan isolasi seperti : kekuatan dielektrik,resistivitas, kapasitansi, permitivitas dan sebagainya merupakan parameter yang sangatperlu diketahui dalam penggunaan bahan isolasi dalam aplikasi mesin listrik. Keseluruhan parameter diatas sangat perlu diuji, tidal( saja saat keadaan baru tetapi juga detail perameter setelah mengalami perlakukan panas karena tekanan panas merupakan salah satu penyebab utama kerusakan bahan isolasi.
Penelitian parameter-parameter dengan
pengaruh perlakuan panas dari sebagai bahan isolasi akan menunjukkan kemampuan
bahan isolasi tersebut memikul efek pemburukan yang diakibatkan oleh panas tersebut.
Dalam penelitian ini, dibahas dua jenis kertas isolasi yakni : kertas isolasi laminasi
film poliester (Polyester film laminate), dan kertas isolasi berperekat nomex. Pengujian
dilakukan untuk mengukur kekuatan dielektrik kertas isolasi yang mengalami penuaan
paksa akibat temperatur berlebih. Pengujian dilakukan untuk rentang suhu 25°C s/d
300°C.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan besar kekuatan dielektrik kertas isolasi
berlaminasi poliester (polyester film laminate) dan kertas isolasi berperekat nomex pada
rentang suhu 25 °C s/d 300 °C, menerangkan pengaruh panas terhadap kekuatan dielektrik
isolasi kertas berlaminasi poliester (polyester film laminate) dan kertas isolasi berperekat
nomex serta menerangkan perubahan yang dapat terjadi pada isolasi kertas akibat proses
pemburukan dengan pemanasan.
Pengukuran nilai resistansi kertas isolasi secara umum dibedakan menjadi 4 macam, yaitu pengukuran kertas isolasi yang sudah dipanaskan dengan suhu 150° C, 180° C, 200° C, dan tanpa pemanasan (baru). Masing-masing pemanasan dilakukan selama 100 jam, agar dapat diketahui pengaruh lamanya suhu pemanasan terhadap nilai resistansi, maka dan 100 jam lamanya pemanasan dibagi menjadi 4 data, yaitu pemanasan selama 25
jam, 50 jam, 75 jam, dan 100 jam. Masing-masing data terdapat lima buah sampel. Untuk
mendapatkan nilai Indeks Polarisasi, setiap sampel diukur nilai resistasnsi dari menit ke-1
hingga menit ke-10.
Pemanasan kertas isolasi dilakukan dengan menggunakan sebuah oven listrik, agar
suhu pemanasan dapat dipantau terus menerus, maka diletakkan sebuah termometer raksa pada bagian tutup oven. Suhu pemanasan diatur berdasarkan besarnya tegangan yang diberikan pada oven, pengaturan tegangan tersebut dengan menggunakan transfOrmator regulator.
Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa semakin besar dan lama suhu pemanasan maka resistansi kertas isolasi semakin besar, resistansi terbesar adalah 136 Mega Ohm dihasilkan dari Pemanasan dengan Suhu 180° C selama 75 jam, jika kertas isolasi dipanaskan melebihi suhu tersebut maka nilai resistansinya akan menurun. Pemanasan kertas isolasi pada suhu 150° C dan suhu 180° akan memiliki nilai resistansi yang sama jika dipanaskan selama 100 jam. Lamanya pendinginan sampel yang sudah dipanaskan tidak memepengaruhi nilai resistansi yang tendon-. Dengan syarat, suhu
kertas isolasi sama dengan suhu kamar (28° C). Besamya nilai Indeks Polarisasi kertas isolasi yang tidak dipanaskan adalah lebih dari satu, sedangkan semua sampel yang dipanaskan memiliki Indeks Polarisasi kurang dari satu. Kertas isolasi kelas A akan terbakar jika dipanaskan selama 100 jam.pada suhu 200° C.

Selasa, 22 Mei 2012

REWINDING/ MENGGULUNG DINAMO LISTERIK 3PHASA












I.BAGIAN -BAGIAN MOTOR 3 FASA

Motor 3 fasa pada dasarnya terdiri dari Stator yaitu bagian yang diam(statis) dan Rotor yaitu bagian yang bergerak / berputar (rotasi).



II.ALAT DAN BAHAN
Peralatan yang harus disediakan sebagai acuan dalam melilit stator adalah sebagai berikut:

A. Alat :
1. Kunci pas/ring
2. Obeng
3. Tracker
4. Palu
5. AVO meter
6. Megger/insulation tester
7. Solder
8. Tacho meter
9. Sikat kawat


B. Bahan :
1. Kawat email
2. Kertas prispan/insulation paper
3. Lak/insulation laquer
4. Selongsong (slove)
5. Kertas gosok
6. Kabel NYAF
7. Pelumas/grace
8. Kuas
9. Timah/tinnol



III.TEORI PENDUKUNG


A. Bentuk kumparan:


1. Memusat/konsentris/spiral winding
2. Jerat/buhul/lap winding
3. Gelombang










A. Rumus-rumus

Ujung-ujung kumparan diberi tanda dengan huruf-hurufU,V,W,X,Y, dan Z.bila pangkal diberi tanda U maka ujungnya X, pangkal V ujungnya Y dan pangkal W ujngnya Z.

Syarat jumlah slot, perhitungan jumlah slot harus bisa dbagi 4 dan 3










C. CONTOH PERHITUNGAN


1.Stator motor 3 fasa mempuyai alur (g)12 alur , jumlah kutub (2p)=4,single layer.

Penyelesaian :

Ys = G/2p =12/4 =3

Sehingga ujung kawat di masukkan pada alur nomor 1,maka ujung lainya pada alur nomor 4.

Q =G/2p.m =12/4.3 =1

Berarti jumlah kumparan tiap kelompok adalah 1.

K = G /2p =12/4=3

Tiap kutub terdiri dari 3 kumparan

KAR = 360/G =360/12 =30 radian

Jarak antar alur 30 radian

KAL =KAR .p =30 . 2=60 listrik

Kp =120/KAL =120/60 =2

Kalau fasa pertama di mulai dari alur 1 maka fasa kedua dari alur ke 3




Dafar lilitan : sigle layer berarti dalam satu alur hanya ada satu kumparan .

U | 1-4 I I 7-10 I X

V I 3-6 I I 9-12 I Y

W I 5-8 I I 11-2 I z

Gambar bentangan :






2. Double layer, sama seperti soal no 1 namun belitan yang digunakan adalah belitan double layer

U I 1-4 I I 7 - 4 I I 7-10 I I 1-10 I X

V I 3-6 I I 9 - 6 I I 9-12 I I 3-12 I Y

W I 5-8 I I 11-8 I I 11-2 I I 5 - 2 I z





3 .Perencanan motor 3 fase dengan jumlah alurnya 24 dan 36

Kutubnya dibuat 4 buah dengan belitan single layer.

Penyelesaian :

A. Untuk stator dengan 24 alur

Ys = G/2p =24/4 =6

Langkah belitan adalah 1 -7

Q =G/2p.m =24/4.3 =2

Berarti jumlah kumparan tiap kelompok adalah 2.

K = G /2p =24/4=6

Tiap kutub terdiri dari 6 kumparan

KAR = 360/G =360/24 =15 radian

Jarak antar alur 15 radian

KAL =KAR .p =15. 2=30 listrik

Kp =120/KAL =120/30 =4


Kalau fasa pertama di mulai dari alur 1 maka fasa kedua dari alur ke 5

Dafar belitannya sebagai berikut.


U I 1-7 I I 13-19 I X


I 2-8 I I 14-20 I

V I 5-11 I I 17-23 I Y

I 6-12 I I 18-24 I

W I 9-15 I I 21-3 I z

I 10-16I I 22-4 I


Gambar bentangan :




Penyelesaian :


B. Untuk stator dengan 36 alur

Ys = G/2p =36/4 =9

Langkah belitan adalah 1 -10

Q =G/2p.m =36/4.3 =3

Berarti jumlah kumparan tiap kelompok adalah 3.

K = G /2p =36/4=9

Tiap kutub terdiri dari 6 kumparan

KAR = 360/G =360/36 =10 radian

Jarak antar alur 15 radian

KAL =KAR .p =10. 2=20 listrik

Kp =120/KAL =120/20 =6

Kalau fasa pertama di mulai dari alur 1 maka fasa kedua dari alur ke 7

Dafar belitannya sebagai berikut.


U I 1-10 I I 19-28 I X

I 2-11 I I 20-29 I

I 3-12 I I 21-30 I


V I 7-16 I I 25-34 I Y

I 8-17 I I 26-35 I

I 9-18 I I 27-36 I


W I 13-22I I 31-4 I z

I 14-23I I 32-5 I


I 15-24I I 33-6 I


Gambar bentangan :



Motor dengan kecapatan ganda


Motor dengan kecepatan ganda atau dua kecepaan ini bisa dibangun dengan dua cara, pertama memang belitan motor tersebut ada dua, misalnya satu belitan dengan kecepatan 3000 rpm, dan pada stator yang sama dibelitkan belitan kedua dengan kecepatan 1000 rpm, hal demikian tentu saja keterampilan yang sudah diperoleh sudah mencakupi, adapun cara kedua yaitu belitan Dahlander.

Belitan jenis ini tidak menggunakan rumus – rumus karena hanya mengembangkan system penyambungan belitan, berikut ini diberikan contoh – contoh belitan dahlander :


a. untuk motor dengan 24 alur





b. untuk motor dengan 36 alur


Jumat, 18 Mei 2012

PENAWARAN JASA & PRODUCT

Selamat siang,....

Kami menawarkan kepada anda jasa rewinding dinamo electromotor AC maupun DC dengan kulaitas dan ketepatan pengerjaan yang bisa dijanjikan.
Selain itu kami menyediakan layanan pengadaaan sparepart mesin-mesin Injection Moulding seperti heaterband, thermocouple dan sejenisnya.

Bagi yang berminat bisa menghubungi kantor kami :
CV. DAE WON TEKNIK
Ruko Roxy Blok C. 32 Lippo Cikarang
Telp. 02189901036
Fax. 02189901838



Kamis, 17 Mei 2012

SEKAPUR SIRIH

SEKAPUR SIRIH :

CV. Daewon teknik berdiri sejak tanggal 25 Maret 2010. Seiring dengan berkembangnya dunia usaha/ manufaktur, CV. Daewon Teknik mencoba berkomitmen menjadi mitra usaha yang bisa diandalkan dan dipercaya dengan mengacu pada profesionalisme. Jaminan kepuasan dan ketepatan waktu adalah tujuan kami memberikan pelayanan.

We work, we pray.....and we win!!!!!

Selalu bersemangat di setiap waktu.................